Struktur Atom

Atom

Bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi disebut atom (berasal dari bahasa Yunani “atomos” yang berarti tidak dapat dibagi lagi). Namun, berakhir pendapat tersebut dapat dipatahkan dengan berbagai penelitian ilmiah. Berdasarkan penelitian ilmiah diketahui bahwa partikel dasar atom terdiri atas proton (bermuatan +), (elektron -), dan neutron (tidak bermuatan).

Nomor Atom dan Nomor Massa

Suatu atom dinotasikan dengan:

Nomor Atom dan Nomor Massa

X = lambang atom unsur

A = nomor massa (jumlah proton + neutron)

Z = nomor atom (jumlah proton)

Perhatikan skema hubungan atom-atom berikut ini berdasarkan nomor atom dan nomor massanya.

hubungan atom-atom

Perkembangan Model Atom

Susunan partikel dasar atom tersebut mengalami perubahan, mulai dari model Dalton, model Thomson, model Rutherford, model Bohr, hingga diperoleh model atom modern seperti sekarang. Konsep dari model atom tersebut sebagai berikut :

a. Model Atom Dalton

Atom berbentuk seperti bola pejal.

Model Atom Dalton

b. Model Atom Thomson

Atom berbentuk bola yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron-elektron yang bermuatan negatif mengelilingi inti atom.

Model atom Thomson

c. Model Atom Rutherford

Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif, sedangkan elektron yang bermuatan negatif mengelilingi inti atom.

Model Atom Rutherford

d. Model Atom Bohr

Atom terdiri atas inti atom yang mengandung proton, sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan dengan tingkat energi tertentu.

Model Atom Bohr

e. Model Atom Modern

Atom terdiri atas inti atom yang mengandung proton dan neutron, sedangkan elektron-elektron yang mengelilingi inti atom berada pada orbital tertentu membentuk kulit atom.

Model Atom Modern

Bilangan Kuantum

Bilangan kuantum adalah bilangan yang menyatakan posisi elektron dalam suatu atom. Perhatikan skema berikut :

Bilangan Kuantum

Konfigurasi Elektron

Gambaran penyebaran elektron yang paling mungkin ke dalam orbital-orbital kulit elektron dinamakan konfigurasi elektron suatu atom. Terdapat 3 aturan yang harus diperhatikan dalam menentukan konfigurasi elektron, seperti yang ditunjukkan oleh skema berikut.

Konfigurasi Elektron

Urutan pengisian elektron pada subkulit: 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s  4d … dan seterusnya. Tabel berikut menunjukkan jumlah maksimal elektron yang dapat ditampung oleh tiap subkulit.

Tabel Subkulit dan Jumlah Maksimal Elektron

Subkulit Jumlah Orbital Jumlah Maksimal Elektron
s

p

d

f

1

3

5

7

2

6

10

14

Beberapa hal penting mengenai konfigurasi elektron, di antaranya sebagai berikut:

  1. Konfigurasi panjang, yaitu urutan pengisian elektron pada subkulit yang ditulis secara lengkap. Contoh: 17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
  2. Konfigurasi singkat, yaitu konfigurasi yang ditulis dengan menggunakan gas mulia. Contoh: 17Cl : (Ne) 3s2 3p5
  3. Konfigurasi elektron ion, yaitu konfigurasi elektron dari atom yang telah melepaskan atau menerima elektron dari atom lain. Contoh: 17Cl: (Ne) 3s2 3p6
  4. Berdasarkan percobaan, subkulit d cenderung penuh (d10) atau setengah penuh (d5) lebih stabil. Hal ini menyebabkan konfigurasi elektron beberapa atom tidak sesuai dengan asas Aufbau.

Contoh: menurut asas Aufbau 29Cu : (Ar) 4s2 3d9

Menurut percobaan 29Cu : (Ar) 4s1 3d10 (lebih stabil)

Leave a Comment