Permintaan dan Penawaran Uang Serta Indeks Harga

Permintaan dan Penawaran Uang

Permintaan uang adalah istilah yang digunakan oleh para ekonomi untuk menerangkan mengapa individu dan perusahaan memegang Penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian.

Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan uang: kebutuhan bertransaksi (tran saction demand), kebutuhan berjaga-jaga (precautionary demand), kebutuhan berspekulasi (speculative demand).

Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan Bank lndonesia dalarr mengatur penawaran uang adalah tingkat bunga, tingkat inflasi tingkat produksi dan pendapatan nasional, kondisi kesehatan dunia perbankan, nilai tukar rupiah.

Kurva Penawaran Uang

Kurva Penawaran Uang 2

Teori pendapalan (income theory) dikemukakan oleh John Maynard Keynes, yang mengatakan bahwa motif memegang uang (liquidir, preference) adalah sebagai berikut: motif transaksi (transaction motive motif berjaga – jaga (precautionary motive), motif spekulasi (specuIative motive).

lndeks Harga

lndeks harga adalah perbandingan antara harga rata-rata pada tahun yang dihitung dan harga rata-rata pada tahun dasar.Tahun dasar yang digunakan adalah tahun yang dibuat sebagai patokan penghitungan.

Tujuan perhitungan indeks harga adalah sebagai indikator kegiatan ekonomi secara umum, dapat memberi gambaran kecenderungan perdagangan, pedoman pembelian bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki persediaan dalam jumlah besar dan teratur, dapat digunakan untuk melihat kemakmuran petani, dan untuk perdagangan dalam kebijakan penetapan harga dan penentuan jumlah persediaan.

Secara umum, ada dua metode untuk menghitung indeks harga, yaitu metode agregatif tidak tertimbang dan metode agregatif tertimbang .

  • Perhitungan indeks harga agregatif tidak tertimbang mudah dan sederhana sebab hanya menjumlahkan harga rata-rata untuk tahun yang dihitung lalu dibandingkan dengan jumah harga pembanding (tahun dasar). Rumus menghitung lndeks harga agregatif tidak tertimbang:

lndeks harga agregatif tidak tertimbang

  • Ada tiga metode untuk menghitung indeks harga agregatif tertimbang, yaitu metode Laspeyres, metode Paasche, dan metode tahun khas. Kita hanya akan membahas metode Laspeyres karena metode ini sering digunakan oleh berbagai lembaga untuk menghitung angka indeks termasuk oleh Badan Pusat Metode Laspeyres merupakan perhitungan angka indeks tertimbang dengan faktor penimbang jumlah dasar (Qo).

perhitungan angka indeks tertimbang dengan faktor penimbang jumlah dasar

Leave a Comment