Mengenal Chatbot dan Perkembangannya di Indonesia

Sejak diperkenalkan pada tahun 2010, chatbot menjadi populer di banyak bidang komunikasi. Chatbot sekarang banyak ditemukan di e-commerce, bank, dan perusahaan asuransi. Chatbot semakin banyak digunakan dalam kegiatan pemasaran, keuangan, perawatan kesehatan, dan layanan pelanggan.

Industri e-commerce bersama perbankan di Indonesia berada di garis depan dalam penggunaan chatbot.

Bot ini dapat melakukan berbagai tugas, mulai dari memeriksa reservasi penerbangan, kamar hotel, perbankan dan retail. Teknologi chatbot sedang menikmati popularitas besar di Indonesia.

 

Jenis-jenis Chatbot

Ada tiga jenis chatbot yang di kembangkan oleh para developer saat ini:

  • Chatbots with Natural Language Processing (NLP)

Prinsip kerja bot ini adalah; saat pengguna mengajukan pertanyaan kepada bot, bot menggunakan algoritma dan memprosesnya. Bot NLP adalah yang paling mudah untuk dikembangkan, tetapi biasanya terbatas dalam aplikasinya.

  • Chatbots with Graphical User Interface (GUI)

Chatbot dengan GUI mirip dengan aplikasi seluler. Pengguna dapat menavigasi melalui menu dan kotak dialog untuk berinteraksi dengan bot. Jenis chatbot ini memiliki biaya awal yang lebih rendah untuk pengembang tetapi membutuhkan lebih banyak pemrosesan dan sumber daya memori untuk beroperasi.

  • Chatbots with Natural Language Understanding (NLU)

Chatbots dengan NLU lebih kompleks, tetapi menyediakan fungsionalitas yang lebih besar. Bot ini menggunakan AI untuk memahami bahasa manusia dan menggunakannya untuk melakukan tugas. Mereka adalah yang paling mahal untuk dikembangkan tetapi yang paling kuat.

 

Manfaat Menggunakan Chatbot

Chatbots dengan cepat menjadi populer dalam teknik digital marketing, khususnya di bidang customer service. Bot pintar ini cukup fleksibel dalam penerapanya, mulai dari aplikasi yang berdiri sendiri hingga terintegrasi di dalam situs web.

Penggunaan bot tidak terbatas pada ranah marketing saja. Perusahaan sudah menggunakan chatbot dalam deteksi penipuan, riset pasar, dan penjualan. Di bawah ini dalah contoh-contoh penggunaan chatbot;

  • Chatbot untuk Customer Service

Chatbot menawarkan beberapa manfaat untuk customer service. Bot ini menghemat waktu karyawan dengan menangani pertanyaan-pertanyaan rutin.

Sebuah chatbot dapat menangani pertanyaan yang kompleks dengan cara melakukan transfer ke chatbot lain yang di program untuk memiliki bank data pengetahuan yang lebih khusus atau spesifik.

  • Chatbot di Penjualan

Chatbots dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan. Bot ini tidak membutuhkan waktu istirahat seperti manusia sehingga dapat melayani lebih banyak orang. Dengan banyaknya orang yang dilayani di harapkan akan terjadi penjualan yang lebih banyak pula.

  • Chatbot dalam Deteksi Penipuan

Pusat Deteksi Penipuan di New York menggunakan chatbot untuk mengidentifikasi aktivitas akun penipuan. Bot di program menggunakan machine learning untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak biasa, seperti pola transaksi yang tidak biasa atau akun penipuan. Chatbot jenis ini juga sudah di adopsi di Indonesia, terutama untuk sistem perbankan.

  • Chatbot dalam Riset Pasar

Perusahaan riset pasar menggunakan chatbot untuk mendapatkan wawasan tentang preferensi konsumen. Mereka menganalisis data menggunakan pemrosesan bahasa dan AI, memungkinkan perusahaan untuk lebih memahami tren dan preferensi konsumen.

 

Pengembangan Ekosistem Chatbot di Indonesia

Pemerintah Indonesia semakin memprioritaskan pengembangan teknologi di dalam negeri. Hal ini terlihat dari rencana pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru di tahun 2018, termasuk langkah perpajakan baru untuk mendorong perkembangan perusahaan e-commerce dan fintech.

Pengembang chatbot menemukan lebih banyak peluang untuk kolaborasi, akses yang lebih baik ke sumber daya dan pendanaan, serta dukungan dari pemerintah daerah.

Pada tahun 2018, Jakarta menjadi tuan rumah ASEAN +3 AI Summit, yang mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas masa depan kecerdasan buatan di kawasan tersebut.

Pembentukan Badan AI Indonesia pada Juli 2017 bertujuan untuk mempromosikan pengembangan teknologi AI dan menetapkan kerangka peraturan untuk penggunaannya.

Perkembangan besar lainnya adalah dari peningkatan kemampuan chatbot itu sendiri. Jika dulu chatbot hanya bisa melayani dengan menggunakan bahasa Inggris sekarang ini mudah sekali membuah chatbot bahasa Indonesia berkat kecanggihan teknologi Natural Language Processing (NLP).

 

Penutup

Adopsi chatbot di Indonesia masih dalam tahap awal tetapi kemungkinan akan lepas landas di masa depan. Tantangan terbesar yang harus di atasi bersama adalah kemampuan sumber daya manusia  untuk berinteraksi dengan teknologi dan kurangnya pendanaan.

Dengan semakin banyaknya perusahaan Indonesia menggunakan chatbot, di harapkan masyarakat Indonesia semakin akrab dengan teknologi ini, baik sebagai pengguna maupun pembuat.

Seiring dengan peningkatan teknologi, chatbot kemungkinan akan memainkan peran yang semakin penting di pasar Indonesia.