Ini 6 Topik yang Tidak Bisa Terbit di Press Release

Sebagian orang belum mengetahui apa itu jasa press release. Karena rupanya ini merupakan suatu layanan placement content yang terhubung langsung ke media nasional serta daerah. Dimana semua hal ini bertujuan untuk menyampaikan informasi yang bersifat penting serta resmi kepada public.

Selain itu berbagai informasi yang ada juga bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan. Salah satunya untuk branding termasuk dengan launching produk, salah satu cara untuk melakukan hal ini lewat siaran pers. Ternyata ada berbagai konten yang tidak terbit pada press release, seperti berikut:

1. Judi

Berbicara tentang konten pertama yang tidak bisa terbit urutan pertama pada judi. Karena hal ini merupakan sebuah permainan dengan mempertaruhkan harta berharga. Demi sebuah pilihan diantara berbagai pilihan yang tersedia, biasanya judi menggunakan alat berharga berupa uang dan ilegal di Indonesia.

Sudah dipastikan bahwa judi atau hal semacamnya tidak akan pernah bisa tayang. Apalagi ini bersifat resmi, berupa informasi penting untuk masyarakat.

2. Porno

Konten kedua yang tak bisa terbit pada press release adalah hal-hal berbau porno. Karena bagaimanapun juga di tanah air telah terdapat undang-undang yang mengaturnya. Terutama untuk larangan berbagai hal berbau porno.

Dengan adanya hal ini telah dipastikan jika klien meminta konten berbau hal tersebut tidak akan bisa diterbitkan. Jadi klien juga harus memahami aturan dasar ini, sebelum menghubungi jasa penyedia.

3. Provokasi

Selanjutnya salah satu konten yang juga tidak bisa terbit pada press release dan siaran pers adalah provokasi. Jika diartikan, hal ini merupakan suatu upaya untuk menghasut pihak lain. Karena memiliki niatan untuk menunjukkan pemberontakan pada suatu tatanan yang dianggap telah sesuai.

Provokasi bernilai hasutan negative. Karena pemberian hasutan dengan maksud tidak baik. Serta tidak menutup kemungkinan dengan pemberian informasi tidak benar.

4. Ujaran Kebencian

Rupanya ujaran kebencian juga menjadi suatu konten yang tak akan bisa terbit di siaran pers termasuk press release. Karena bagaimanapun juga ujaran kebencian ini berarti menyampaikan sesuatu hal yang tidak baik. Dengan tujuan untuk mempengaruhi orang lain atau merusak citra dan nama baik orang lain di khalayak umum.

Bukan tidak mungkin pihak lain akan ikut membenarkan hal yang disampaikan. Secara tidak langsung ini juga berkaitkan dengan provokasi. Sehingga mengancam ketenangan segala pihak.

5. Perbandingan Agama 

Isu mengenai Sara dan agama merupakan suatu hal yang terbilang sensitive. Maka dari itu content press release juga memutuskan untuk tidak menerbitkan hal ini. Apalagi jika harus membandingkan agama satu dengan yang lainnya.

6. Obat dan Makanan Belum Resmi 

Konten terakhir yang takkan pernah terbit pada siaran pers adalah berkaitan dengan makanan serta obat-obatan yang belum resmi. Karena hal ini mengindikasikan jika suatu makanan atau obat-obatan ini belum layak untuk dikonsumsi oleh banyak orang, karena dianggap akan merugikan.

Itulah berbagai penjelasan terkait dengan berbagai hal seputar siaran pers termasuk dengan jasa press release. Dengan adanya hal ini menyebabkan suatu perusahaan atau klien tidak perlu lagi menghubungi media nasional satu persatu. Terutama untuk menyampaikan informasi yang penting yang ingin diterbitkan.