Inflasi

lnflasi adalah suatu keadaan perekonomian ketika harga-harga secara umum mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu berlangsung dalam jangka panjang. Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi.

lnflasi karena kenaikan permintaan (demand-pull inflation) terjadi karena adanya kenaikan permintaan untuk beberapa jenis barang. Dalam hal ini, permintaan masyarakat meningkat secara agregat (aggregate demand). Kenaikan permintaan masyarakat ini mengakibatkan harga-harga naik karena penawaran tetap. Kenaikan harga ini dapat diperjelas pada peraga di bawah.

Inflasi karena kenaikan permintaan

lnflasi karena biaya produksi (cost-pull inflation) Inflasi seperti ini teryadi karena adanya kenaikan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga nark dan terjadilah inflasi. Perhatikan Peraga di bawah.

lnflasi karena biaya produksi

Jenis-jenis inflasi dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, sumbernya, dan penyebabnya.

Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dapat dibedakan atas inflasi ringan, sedang, berat, dan sangat berat.

  1. lnflasi ringan adalah inflasi yang masih belum begitu mengganggu keadaan ekonomi. lnflasi ini masih mudah di Harga-harga naik secara umum, tetapi belum menimbulkan krisis di bidang ekonomi. lnflasi ringan berada di bawah 10% Per tahun.
  2. lnflasi sedang belum membahayakan kegiatan ekonomi tetapi sudah menurunkan kesejahteraan orang-orang yang berpenghasilan tetap. Inflasi sedang berkisar antara 10% – 30% per tahun.
  3. Inflasi berat sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Pada inflasi berat, orang cenderung menyimpan barang. Pada umumnya, orang enggan untuk menabung, karena bunga tabungan lebih rendah daripada laju inflasi. Inflasi berat berkisar antara 30%-100% per tahun.
  4. lnflasi sangat berat (hyperinflation) mengacaukan kondisi perekonomian dan sulit dikendalikan walaupun dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. lnflasi sangat berat berada di atas 100% per tahun.

Berdasarkan sumbernya, inflasi dibedakan atas inflasi yang bersumber dari luar negeri dan inflasi yang bersumber dari dalam

Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan atas inflasi karena kenaikan permintaan dan inflasi karena kenaikan biaya produksi.

Jenis-jenis inflasi

Inflasi tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian. lnflasi yang terkendali justru dapat meningkatkan kegiatan perekonomian. Berikut ini adalah akibat-akibat yang ditimbulkan inflasi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

  1. lnflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat, baik secara menguntungkan atau merugikan. Pada beberapa kondisi (kondisi inflasi lunak), inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi karena dapat mendorong para pengusaha memperluas Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap inflasi akan menyebabkan mereka rugi.
  2. Pada keadaan inflasi, daya sarng untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya daya saing teryadi karena harga barang ekspor semakin mahal. lnflasi dapat menyulitkan para eksportir dan Negara mengalami kerugian karena daya saing barang ekspor berkurang, yang mengakibatkan jumlah penjualan berkurang. Devisa yang diperoleh juga semakin kecil.
  3. Pada masa rnflasi, pendapatan riil para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada kenyataannya berkurang karena laju inflasi. Akibatnya, minat orang untuk menabung akan
  4. Keadaan inflasi menyebabkan penghitungan untuk menetapkan harqa pokok dapat terlalu kecil atau bahkan terlalu besar. Akibatnya, penetapan harga pokok dan harga jual sering tidak tepat sehingga merugikan produsen.

Tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi inflasr dapat berupa kebijakan moneter, kebijakan fiskal, atau kebijakan lainnya.

Kebijakan moneter diambil dengan maksud untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Bank sentral sebagai pemegang otoritas di bidang keuangan dapat mengambil beberapa kebijakan untuk menekan aju inflasi. Kebijakan itu antara lain sebagai berikut.

  • Kebijakan penetapan persediaan kas. Bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk mengurangi uang yang beredar denqan mewajibkan bank-bank umum meningkatkan persediaan kas sehingga jumlah uang yang beredar berkurang dan inflasi dapat ditekan.
  • Kebijakan diskonto yaitu meningkatkan nilai suku bunga. Tujuannya adalah agar masyarakat menabung sehingga jumlah uang beredar dapat berkurang dan tingkat inflasi dapat ditekan.
  • Kebijakan operasi pasar terbuka, dengan cara menjual surat-suratberharga, misalnya Surat Utang Negara (SUN). Semakin banyak jumlah surat-surat berharga yang terjual, jumlah uang beredar akan berkurang sehingga dapat menguranqi tingkat

Kebijakan fiskal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah, antara lain dengan menghemat pengeluaran pemerintah dan menaikkan tarif pajak.

Selain kebijakan moneter dan fiskal, pemerintah masih mempunyai cara lain, mrsalnya meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar serta menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang.

Leave a Comment