5 Hal Ini Nggak Seharusnya Jadi Alesan Kita Milih Jurusan dan Kampus

Senior SMA sekarang pasti lagi pada pusing deh nentuin jurusan dan universitas yang bakal jadi tujuan setelah lulus nanti. Milih jurusan dan kampus yang tepat emang nggak gampang. Banyak banget hal yang harus jadi pertimbangan, mulai dari minat, akreditasi, lokasi, passing grade, sampe pendapat orangtua tentang pilihan kita. Tapi hati-hati guys! Jangan sampe deh kita milih jurusan dan kampus cuma karena lima hal ini.

 

1. IKUT-IKUTAN TEMEN

Sangking nggak mau pisahnya sama sahabat, akhirnya kita ikut-ikutan milih jurusan dan kampus yang sama dengan mereka. Mungkin juga kita sebenernya nggak tau dengan apa yang kita mau, makannya kita berakhir milih jurusan dan kampus yang banyak dipilih sama temen-temen lain. Yap, ternyata nggak jarang lho kasus kayak gini terjadi, terutama karena kebanyakan dari kita belum yakin dengan minat dan tujuan apa yang mau kita capai.

Sebenernya nggak ada salahnya sih milih jurusan dan kampus yang sama dengan temen, tapi pastiin kalo pilihan tersebut kita ambil karena kita emang punya minat di bidang yang sama dengan mereka, bukan cuma karena ikut-ikutan. Tenang aja, kita tetep bisa ketemu sama temen-temen SMA kok walau beda kampus!

 

2. SEKEDAR NGEJAR UNIVERSITAS FAVORIT

Banyak lho kejadian  di mana cuma karena mau masuk universitas favorit, calon mahasiswa akhirnya asal-asalan milih jurusan yang diambil. Tujuannya cuma satu, “Yang penting gue bisa kuliah di sini”. Karena pikiran tersebut, akhirnya kita cari-cari deh jurusan dengan passing grade rendah yang bisa memperbesar kemungkinan kita keterima di sana tanpa mikir, apa sih sebenernya minat kita? Bahkan terkadang kita nggak ada bayangan sama sekali mengenai jurusan yang asal-asalan kita pilih ini.

Well, akreditasi emang harus jadi salah satu pertimbangan ketika milih jurusan dan kampus tujuan, passing grade juga merupakan salah satu hal yang bisa kita manfaatin dalam strategi kita. Tapi nggak perlu lah menjadikannya motif utama, apalagi kalo sampe mengenyampingkan minat dan keinginan kita cuma buat bisa jadi bagian dari universitas yang katanya ternama ini. Kehidupan kita nggak bakal berakhir cuma karena kita nggak bisa kuliah di universitas favorit guys!

 

3. YANG PENTING KULIAH

Ada juga nih yang asal-asalan pilih jurusan dan kampus karena yang penting bisa keterima di universitas manapun. Yang penting kuliah, karena itulah yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan orang setelah lulus SMA. Akhirnya nggak beda jauh sama yang udah dibahas di poin sebelumnya, kita berakhir asal pilih jurusan dan kampus yang kira-kira bakal nerima kita aja, tanpa tau apa sebenernya tujuan kita.

Hmmm.. Kalo kita emang belum yakin mau kuliah atau nggak, nggak ada salahnya kok take a break for a year buat bener-bener mikirin apa yang sebenernya pengen kita lakuin. Kita juga bisa diskusi dengan orangtua, guru, mentor, atau orang dewasa lain untuk nentuin jurusan dan kampus apa yang kira-kira cocok buat kita kalo kita emang ngerasa kuliah itu penting. Pokoknya jangan pernah ngebuat pilihan asal-asalan dengan tujuan sekedar diterima di universitas, karena ke depannya ngejalanin masa kuliah yang nggak kita suka pasti bakal jauh lebih berat.

 

4. TRADISI KELUARGA

Keluarga besar kita udah lima generasi berprofesi sebagai dokter? Atau kebanyakan anggota keluarga kita adalah guru? Nggak jarang karena tradisi keluarga kayak gini, kita ngerasa dituntut buat milih jurusan tertentu. Padahal cuma karena orangtua kita dokter, nggak berarti kita harus jadi dokter juga lho, kecuali kalo itu emang sesuai dengan keinginan kita ya. Bukan berarti juga kalo Papa dan Mama kita adalah lulusan almamater tertentu, kita harus ngelanjutin jejak mereka kuliah di universitas tersebut. We are free to make our own choices guysStay true to yourself.

 

5. STEREOTYPE JURUSAN

Tertarik buat milih jurusan teknik tapi ngerasa teknik tuh jurusannya para cowok? Atau pengen banget kuliah jurusan sastra Jepang tapi khawatir nantinya nggak bakal dapet kerjaan kayak  kata orang-orang? Ada nggak yang lagi dilema milih jurusan karena alesan-alesan semacam ini? Menurut Kita sih jangan sampe stereotype jurusan yang belum tentu bener jadi penghalang bagi kita buat mengejar passion.

Leave a Comment