3 Langkah Tepat Buat Merespon Catcalling

Di tahun 2014, statistik hasil riset Huffington Post nyebutin kalo 65% perempuan dan 25% laki-laki yang tinggal di kota besar pasti pernah ngalamin yang namanya ‘catcalling’. Statistik ini jadi bukti kalo perempuan masih sering mengalami pelecehan di tempat umum. Tapi kita beneran paham nggak sih ‘catcalling’ itu apa dan apa ada batasnya?

 

Menurut http://www.stopstreetharassment.org/ catcalling adalah komen, gestur, aksi melecehkan yang sering dilakukan ke orang asing di tempat umum. Di Indonesia orang menyebutnya ‘digoda’ atau kalo dalam bahasa Jawa istilahnya jadi ‘digudo’.  Seperti yang udah disebut di awal, korban pelecehan ini rata-rata adalah perempuan. Terutama kalo mereka lagi jalan sendirian. Entah disapa pake ‘Assalamualaikum’ sama segerombolan orang asing, disuruh senyum, digodain, dikomen seksi, cantik dan disiul-diulin. Hal ini udah dianggap biasa di Indonesia karena kita terbiasa mikir ‘..ya cowok kan emang gitu’. Kalo kita mengeluh risih dan melapor ke pihak berwajib juga kadang diremehkan dan dianggap overreacting, jadi kita terbiasa menganggap catcalling sebagai ‘pujian’ karena ‘digoda’ means seorang perempuan cukup menarik buat jadi objek pelecehan.  But that’s not true at all.

Belgia jadi negara pertama yang membuat undang-undang kalo ‘catcalling’ adalah aksi ilegal, menyusul Perancis akhir tahun 2017 mulai membahas aturan ‘catcalling’ dan kayaknya juga bakal memberlakukan aturan yang sama meski belum ada keterangan resmi soal tindak lanjut diskusi ini. Di Indonesia sendiri belum ada istilah ‘pelecehan seksual’ di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), negara kita memakai istilah ‘cabul’ yang dalam pasal 289-296 KUHP mendefinisikan kata cabul sebagai perbuatan melanggar norma kesusilaan, mencakup aktivitas menggodai, menyentuh, dan aktivitas lain yang melecehkan orang lain secara seksual.

So, apa yang bisa kita lakuin pas lagi digoda-goda sama orang asing?

  • Pertama, kita harus bisa mendistraksi perhatian mereka. Misal pura-pura lagi nerima telpon.
  • Kedua, hindari jalan sendirian waktu ada segerombolan orang yang dari jauh udah merhatiin kita, alias cari rute lain.
  • Ketiga, kalo terlanjur digoda, kita bisa liat mata mereka sambil terus jalan, aksi ini menurut beberapa survey terbukti bikin orang yang menggoda kita jadi sungkan.

Cornell University kolaborasi sama Hollaback melakukan survey ke 5000 orang yang pernah jadi korban catcalling dan 85% di antara mereka mengaku ganti rute jalan, sementara 72% ganti alat transportasi dan 70%-nya jadi trauma dan benci social event. Survey ini membuktikan kalo catcalling yang kita anggap biasa punya efek merusak kondisi psikis seseorang bahkan bikin trauma. So stop thinking it is okay to catcall people. Kita juga berharap pihak pemerintah bikin undang-undang yang lebih rinci soal catcalling dan mulai nyusun peraturan yang ramah perempuan dan semoga ada tindak lanjut buat mengedukasi laki-laki secara umum dan pihak penegak hukum untuk sensitif sama hal menyedihkan yang masih mainstream di lingkungan kita ini.

Leave a Comment